
KLATEN — Dalam rangka menyukseskan agenda tahunan sekolah, SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara menggelar acara Pembekalan Guru Calon Pendamping Kunjungan Industri (KI). Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara, Tugiran, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa Kunjungan Industri bukanlah sekadar agenda penyegaran atau wisata, melainkan ruh utama pendidikan vokasi untuk mengenalkan siswa secara langsung pada Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Dalam sambutannya, Tugiran, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan budaya kerja, etos, dan kedisiplinan kepada para siswa. Namun, target tersebut dinilai tidak akan tercapai maksimal tanpa pengawalan ketat dari para guru.
“Tugas sebagai pendamping bukanlah tugas tambahan biasa. Bapak dan Ibu adalah perwakilan resmi sekolah, orang tua pengganti, sekaligus teladan langsung bagi siswa-siswi kita selama di luar sekolah,” tegas Tugiran, S.Ag., M.Pd., di hadapan jajaran pimpinan dan para guru.
Guna memastikan kelancaran dan kesuksesan agenda tersebut, Tugiran, S.Ag., M.Pd., menginstruksikan empat poin pedoman utama bagi para guru pendamping:
- Menjaga Marwah Almamater: Guru diwajibkan memastikan seluruh siswa menunjukkan akhlakul karimah, kesopanan, dan ketertiban demi menjaga nama baik SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara dan persyarikatan Muhammadiyah, baik selama perjalanan maupun di lokasi industri.
- Menegakkan Disiplin Waktu: Mengingat dunia industri memiliki standar waktu yang sangat ketat, para guru diminta memberikan contoh nyata kedisiplinan agar jadwal rombongan dengan pihak perusahaan tidak meleset.
- Pengawasan Melekat dan Responsif: Guru harus rutin mengecek kehadiran siswa di setiap titik perhentian (rest area, tempat makan, dll.) dan segera berkoordinasi dengan ketua panitia jika menemukan kendala di lapangan.
- Optimalisasi Edukasi: Pendamping ditugaskan untuk terus memotivasi dan membimbing siswa agar aktif mengamati dan mencatat ilmu dari perusahaan sebagai bahan penyusunan laporan kegiatan.
Di akhir arahannya, Tugiran, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan guru yang bertugas. Tugiran, S.Ag., M.Pd., juga memotivasi para pendamping bahwa energi dan waktu yang dikorbankan untuk mengantarkan anak didik menjemput masa depannya akan dicatat sebagai amal jariyah oleh Allah SWT.
Acara pembekalan ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis agar seluruh panitia dan guru pendamping memiliki kesiapan mental serta operasional yang matang sebelum hari keberangkatan tiba.





Komentar Terbaru