
Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah merupakan kurikulum yang terintegrasi, menggabungkan kurikulum nasional, seperti Kurikulum Merdeka atau Tematik Integratif, dengan materi ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris) serta pembiasaan ibadah. Kurikulum ini dirancang untuk membentuk generasi muslim yang berkemajuan, berakhlak mulia, dan berwawasan luas. Materi inti yang diajarkan meliputi Al-Qur’an-Hadits, Akidah, Akhlak, Fikih, dan Kemuhammadiyahan, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)
Dalam rangka menguatkan pemahaman dan penerapan kurikulum Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen dan PNF Kabupaten Klaten menyelenggarakan workshop selama dua hari, yaitu pada tanggal 29-30 Januari 2025, yang bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. Workshop ini diikuti oleh perwakilan guru dari seluruh sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Klaten. Pemilihan SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan strategis, yaitu lokasi yang representatif, mudah dijangkau, serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kelancaran pelaksanaan workshop.
Kegiatan workshop ini memiliki beberapa agenda penting, di antaranya adalah pendalaman pemahaman kurikulum Pendidikan Muhammadiyah, diskusi strategi implementasi di sekolah masing-masing, serta pengimbasan materi kepada rekan guru yang lain. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru secara akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter siswa melalui penerapan nilai-nilai Islam yang universal dan Kemuhammadiyahan. Diharapkan, setelah mengikuti workshop ini, para guru yang menjadi perwakilan sekolah masing-masing mampu menerapkan kurikulum Muhammadiyah secara efektif, sehingga dapat menghasilkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Hal ini selaras dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Lebih jauh, kurikulum Muhammadiyah menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. Pendidikan yang hanya menekankan aspek akademik tanpa dibarengi pendidikan karakter akan menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual tetapi lemah dalam akhlak. Oleh karena itu, kurikulum ini menekankan integrasi antara kompetensi akademik, iman, akhlak, dan keterampilan sosial sebagai fondasi utama pembentukan generasi unggul.
Dengan demikian, implementasi kurikulum Muhammadiyah tidak hanya menjadi pedoman dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk mencetak generasi muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sesuai dengan visi Muhammadiyah dalam mendidik manusia berkemajuan dan berkontribusi bagi kesejahteraan umat dan bangsa.
Red.Eko Wid

Komentar Terbaru